Rajawalitv, net-DEPOK — Dugaan permainan BBM bersubsidi jenis Pertalite mencuat di SPBU 34.16910, Jalan Raya Komjen Pol M. Yasin, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok. Sejumlah kendaraan diduga melakukan pengisian berulang kali alias bolak-balik untuk mengumpulkan Pertalite, kemudian dipindahkan ke jeriken sekitar 35 liter dan wadah galon sekitar 15 liter.
Sejumlah kendaraan yang disebut dalam informasi lapangan antara lain B 9129 EUC, B 9081 EAI, B 9257 EUB dan B 1237 EFZ. Modus pengisian berulang tersebut diduga berjalan lancar dan menimbulkan dugaan adanya permainan antara oknum operator dengan pihak yang mengumpulkan BBM subsidi.
Informasi yang dihimpun menyebut operator diduga menerima Rp10 ribu setiap kali pengisian. Jika benar, dugaan tersebut wajib dibongkar karena menyangkut distribusi BBM bersubsidi yang seharusnya tepat sasaran.
Ironisnya, pengawas SPBU, Saika, mengakui mengetahui adanya kendaraan yang melakukan pengisian berulang. Ia menyatakan sudah memberikan briefing kepada operator agar tidak melayani pengisian berulang, namun mengaku masih ada operator yang “bandel”. Saika juga mempertanyakan banyaknya barcode transaksi yang digunakan.
Di sinilah pertanyaan kriminalnya: siapa pemilik barcode, siapa pengendali pengisian berulang, berapa volume Pertalite yang keluar, siapa penampungnya, dan ke mana BBM tersebut dibawa?
BPH Migas, Pertamina dan aparat penegak hukum jangan hanya melihat dari balik meja. Audit barcode, CCTV, transaksi penjualan, kendaraan, volume penyaluran dan dugaan aliran uang kepada operator harus dibuka.
Jika ditemukan unsur pidana, jangan berhenti pada operator. Bongkar sampai ke pemasok, penampung dan aktor pengendalinya.
Subsidi untuk rakyat bukan ladang bisnis mafia. SPBU yang terbukti menjadi pintu keluar penyalahgunaan BBM bersubsidi harus ditindak tegas sesuai ketentuan hukum.
(Redaksi)