CIC Desak Bareskrim Polri Dan Dirjen Bae Cukai Tangkap Willy Bos Rokok Ilegal hingga Mobil Sport dan Balpres Batam

Rajawalitv, net-Jakarta-Dewan Pimpinan Pusat Corruption Investigation Committee (CIC) mendesak Bareskrim Polri dan Dirjen Bea Cukai segera menangkap Willy big bos rokok ilegal Batam.
CIC menyoroti aktivitas Willy disebut big bos mafia dalam sejumlah informasi terkait barang ilegal di Batam.Sosok Willy disebut-sebut dalam peredaran rokok tanpa pita cukai, termasuk Manchester dan R7 Bold. Belakangan, nama Willy yang kembali muncul dalam informasi mengenai dugaan penyelundupan mobil sport dan balpres.

CIC menilai,dalam operasi penindakan terhadap rokok ilegal , pihak oknum Bea Cukai Batam diduga membackingi Willy sebagai bos mafia rokok ilegal.Adapun rokok ilegal milik Willy, yakni merek Manchester dan R7 Bold sampai detik ini bebas dijual di pasaran, akibat perederan rokok ilegal ini negara dirugikan ratusan miliar perbulannya.

Ketua Umum CIC R.Bambang.SS menegaskan," Barang ilegal tidak mungkin bergerak tanpa adanya jalur distribusi. Ada pihak yang memasok, mengangkut, menyimpan, mendistribusikan, hingga kemungkinan pihak yang membiayai kegiatan tersebut, yang jelas Willy Bos mafia rokok ilegal Batam bisa beroperasi karena ada backingan dari pihak oknum Bae Cukai, oknum APH sehingga Willy sulit di jamah hukum karena sudah memberikan 'Upeti' yang cukup fantastis terhadap oknum yang menjadi kaki tangan Willy Bos mafia rokok ilegal di Batam;" tegas R.Bambang.SS kepada wartawan Rabu (2/9) di Jakarta.

Menurut R.Bambang.SS, Willy tidak mungkin berani kalau tidak ada yang membackingi usaha ilegal miliknya, dimana Willy hingga kini tetap menjalankan peredaran rokok ilegal miliknya secara leluasa baik jalur laut maupun darat tidak satupun pihak APH berani bertindak, termasuk Bareskrim Polri dan Dirjen Bea Cukai. Tentu ini menjadi pertanyaan besar di tengah publik ada apa dengan aparat hukum kok seperti 'Penonton' alias ' Macan Ompong.

R.Bambang.SS mengatakan," Karena itu CIC mendesak , Bareskrim Polri segera menangkap Bos mafia rokok ilegal mengenai Willy yang telah merugikan negara ratusan miliar setiap bulannya.
Langkah tegas ini perlu diambil dengan tegas oleh pihak Bareskrim Polri dan Dirjen Bea Cukai dimana ada oknum yang membackingi Willy yang berkembang di tengah publik dan masyarakat. Dimana Batam merupakan wilayah strategis dengan aktivitas perdagangan dan lalu lintas barang yang tinggi. Kondisi tersebut membuat pengawasan terhadap peredaran barang menjadi sangat penting," ungkap R.Bambang.SS.

Jaringan dan Merek Rokok yang Dikelola

Berdasarkan laporan informasi dari masyarakat dan investigasi CIC pada 2026, Willy (Wl) bekerja sama dengan pebisnis lain berinisial Ay. Mereka mengendalikan distribusi beberapa merek rokok tanpa pita cukai resmi dari Bea Cukai, diantaranya merek Manchester R7, V7 Bold,PSG dan UFO.

"Rokok-rokok ilegal ini dilaporkan bebas beredar luas di warung-warung dan toko kelontong di wilayah Batam dan Kepri, Sumatera,Banten dan Pulau Jawa.Karena maraknya peredaran tersebut, CIC mendesak Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri serta Aparat Penegak Hukum (APH) setempat untuk segera mengambil tindakan tegas dan menangkap para pelaku utama di balik bisnis tersebut yakni Willy,"pungkas R.Bambang.SS sang pegiat anti korupsi nasional ini.

(Arifin.Nst)