DIDUGA TIPU PULUHAN JUTA MODUS “MASUK KERJA” PEMKOT DEPOK, BU SITI TERANCAM PASAL 378 KUHP!

Rajawalitv, net-DEPOK — Dugaan penipuan bermodus “jalur masuk kerja” mencuat di Kota Depok. Sejumlah warga mengaku kehilangan uang hingga puluhan juta rupiah setelah menyerahkan uang kepada perempuan yang dikenal sebagai Bu Siti, yang disebut mengaku memiliki akses sebagai pegawai/humas di lingkungan Pemkot Depok.
Sedikitnya tujuh orang mengaku menjadi korban: Ahmad Zain Yaziddin, Rizky Yanuar, Ryan Martian Z, Noni Tri Wulandari, Muhamad Fardhan Fareza, Rengga Frilian, dan Alfrian.
Para korban mengaku dijanjikan pekerjaan di sejumlah instansi, mulai Damkar, Dinas Pendidikan, Dukcapil, Disnaker hingga pajak. Mereka bahkan disebut menerima surat bertanggal 6 Agustus 2026 yang menyatakan penerimaan pegawai baru.

Namun pekerjaan yang dijanjikan tak kunjung terealisasi. Ketika korban menuntut kepastian, komunikasi disebut terputus dan sejumlah nomor korban diduga diblokir.

Yang membuat kasus ini semakin serius, korban mengaku Bu Siti pernah menyebut dirinya hanya sebagai “calo atau penghubung pejabat” untuk orang yang ingin masuk kerja. Ia juga disebut pernah mengaku pernah berurusan dengan polisi terkait uang Rp100 juta.

Kini korban mendesak aparat Polres Metro Depok mengusut dugaan penggunaan nama pejabat, pencatutan institusi pemerintah, keaslian surat penerimaan pegawai, serta menelusuri seluruh aliran dana dari para korban.

Jika unsur tipu muslihat atau rangkaian kebohongan untuk memperoleh keuntungan terbukti, perbuatan tersebut dapat mengarah pada dugaan tindak pidana penipuan sebagaimana Pasal 378 KUHP, dengan ancaman pidana sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

APARAT DIMINTA JANGAN DIAM!

Siapa sebenarnya Bu Siti? Siapa yang membuat dan menerbitkan surat tersebut? Ke mana puluhan juta uang korban mengalir? Dan yang paling penting, apakah ada pihak lain di balik dugaan modus “masuk kerja” dengan mengatasnamakan Pemkot Depok?

Korban meminta polisi bergerak cepat sebelum muncul korban berikutnya dan membongkar dugaan jaringan tersebut hingga ke aktor di belakangnya.
(Redaksi)