Rajawalitv, net, Jakarta 14/4,2026– Di tengah dinamika perubahan global dan pesatnya transformasi digital, Indonesia membutuhkan sosok pemimpin muda yang adaptif, visioner, dan memiliki pengalaman lintas sektor. Nama Budi Djiwandono kini menjadi salah satu figur yang mencuri perhatian dalam kancah kepemimpinan nasional. �
Lahir di Jakarta pada 25 September 1981, Budi Djiwandono tumbuh dalam lingkungan keluarga yang dekat dengan dunia ekonomi dan politik. Ia merupakan putra dari Joseph Sudradjad Djiwandono, mantan Gubernur Bank Indonesia, serta keponakan Presiden RI Prabowo Subianto. Latar belakang ini turut membentuk wawasan dan perspektifnya dalam memahami isu-isu strategis nasional. �
Pendidikan internasional yang ditempuhnya di Amerika Serikat, mulai dari Berkshire School hingga meraih gelar di bidang Government & International Relations dari Clark University, menjadi bekal penting dalam perjalanan kariernya. Dengan fondasi tersebut, Budi mampu melihat tantangan Indonesia dari sudut pandang global. �
Karier politiknya dimulai melalui organisasi sayap Partai Gerindra, TIDAR, sebelum akhirnya dipercaya menduduki berbagai posisi strategis di partai. Ia sempat mengalami kegagalan pada Pemilu 2014, namun berhasil masuk ke DPR RI melalui mekanisme PAW pada 2017, dan terpilih secara langsung pada Pemilu 2019. �
Saat ini, Budi menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi IV DPR RI yang membidangi pertanian, lingkungan hidup, kehutanan, kelautan, dan perikanan. Perannya dinilai strategis, terutama dalam mendorong kebijakan terkait ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan. �
Selain itu, ia juga dipercaya sebagai Wakil Ketua Umum Partai Gerindra dan pernah menjadi Komandan Tim Komunikasi dalam Pilpres 2024. Pada Juli 2024, Budi juga ditunjuk sebagai Ketua DPD Partai Gerindra Kalimantan Timur, memperkuat perannya di tingkat daerah. �
Tidak hanya di dunia politik, Budi juga aktif dalam pengembangan olahraga nasional. Ia terpilih sebagai Ketua Umum PP Perbasi periode 2024–2028 dengan visi menjadikan olahraga basket sebagai industri yang berkontribusi pada ekonomi dan prestasi nasional. �
Dalam berbagai kesempatan, Budi menekankan pentingnya efisiensi anggaran negara dan penguatan sektor produktif, khususnya pertanian. Ia juga mendorong keterlibatan generasi muda dalam pembangunan, terutama menghadapi bonus demografi menuju tahun 2045. �
“Peran anak muda sangat penting dalam memajukan sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional,” ujarnya dalam salah satu forum nasional. �
Transformasi personalnya juga menjadi sorotan publik, termasuk keputusannya menjadi mualaf pada akhir 2023 serta pernikahannya yang menarik perhatian masyarakat. Hal ini menunjukkan sisi humanis sekaligus keberanian dalam mengambil keputusan besar dalam hidup.
Dengan kombinasi pengalaman politik, visi pembangunan, serta komitmen terhadap generasi muda, Budi Djiwandono dinilai sebagai salah satu figur potensial dalam mempersiapkan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
(Redaksi)