TALAUD, rajawalitv, net– Proyek pergantian sejumlah jembatan di wilayah perbatasan Indonesia tepatnya di Kecamatan Essang, Pulau Karakelang, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, kini menjadi sorotan publik.
Proyek tersebut mencakup pembangunan Jembatan Essang 1, Jembatan Malarum Tabang, Jembatan Matane 1, serta Jembatan Pook yang merupakan akses penting bagi mobilitas masyarakat
Berdasarkan informasi yang dihimpun tim investigasi,rajawalitv, net, proyek ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan nilai kontrak mencapai sekitar Rp30,9 miliar.
Adapun pekerjaan proyek tersebut dilaksanakan oleh beberapa perusahaan kontraktor antara lain:
PT Nugroho Lestari
PT Adhi Mascipta Dwipantara
PT Garis Puti Sejajar
PT Panca Prakarsa Muliatama (KSO).
Proyek pergantian jembatan ini diketahui memiliki masa pelaksanaan selama 300 hari kalender, yang dimulai sejak 8 Agustus 2025 sesuai papan informasi.
Namun hingga memasuki periode akhir masa pekerjaan, hasil penelusuran di lapangan serta informasi dari masyarakat menyebutkan bahwa perkembangan pekerjaan proyek tersebut belum terlihat berjalan optimal.
Kondisi tersebut memunculkan berbagai pertanyaan dari masyarakat Talaud, mengingat proyek ini merupakan bagian dari program pembangunan infrastruktur pemerintah pusat di wilayah perbatasan yang nilainya mencapai hampir Rp31 M.
Sejumlah warga menilai proyek tersebut sangat vital karena menjadi jalur transportasi utama serta akses ekonomi masyarakat di Pulau Karakelang.
“Jembatan ini sangat penting bagi aktivitas masyarakat, apalagi untuk akses pelabuhan dan kegiatan perekonomian. Tapi sampai sekarang belum terlihat perkembangan yang maksimal,” ungkap salah satu warga yang enggan namanya di publis, kepada Tim Investigasi, rajawalitv, net, Sabtu (7/3/2026).
Melihat besarnya anggaran negara yang digelontorkan, masyarakat berharap adanya pengawasan serius dari pemerintah pusat, kementerian terkait, serta lembaga pengawas seperti inspektorat dan aparat penegak hukum.
Publik juga meminta agar dilakukan evaluasi terhadap progres pekerjaan serta kinerja kontraktor pelaksana, guna memastikan proyek tersebut berjalan sesuai perencanaan dan tidak merugikan keuangan negara.
Sebagai media yang fokus pada pengawasan anggaran negara dan kepentingan publik, rajawalitv, net, akan terus melakukan penelusuran serta memantau perkembangan proyek ini.
Media ini juga membuka ruang klarifikasi kepada pihak kontraktor maupun instansi terkait agar memberikan penjelasan resmi kepada publik mengenai progres pembangunan jembatan tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan pekerjaan proyek jembatan di Kecamatan Essang tersebut.
Tim Investigasi,rajawalitv,net, akan terus mengawal dan mengawasi penggunaan anggaran negara demi kepentingan masyarakat dan transparansi pembangunan di wilayah perbatasan Republik Indonesia.
(M. Elias)