Rajawalitv, net, Jakarta 15/4/2026-Dewan Pimpinan Pusat Corruption Investigation Committee (DPP CIC) mengutuk masih maraknya perjudian di Batam. Bak kebal hukum, bisnis haram yang berskala internasional ini telah sangat meresahkan masyarakat.
Dengan kenyataan tersebut. DPP CIC mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo turun gunung untuk menutup tempat perjudian kasino sekaligus menertibkan anak buahnya.
Berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan CIC, Komplek Nagoya Indah menjadi salah satu lokasi perjudian berskala internasional tersebut.
Dengan nama Hollywood, bisnis haram yang dimiliki oleh Suwanda alias Akau ini beromzet miliaran tiap harinya. Adapaun permainan judinya berupa kasino dengan taruhan tanpa batas
Akau juga disinyalir mengelola tempat hiburan malam yaitu di Grand Dragon, J&J Club KTV, Boombastic Pub & KTV, Galaxy Pub Harbourbay. Di berbagai tempat hiburan tersebut, Akau menjual minuman beralkohol yang diduga illegal.
Ketua Umum DPP CIC R Bambang SS menyampaikan keprihatinannya atas pembiaran aparat penegak hukum khususnya kepolisian dengan maraknya perjudian tersebut.
Menurutnya, instruksi Kapolri untuk memberantas segala bentuk perjudian, baik secara daring maupun konvensional telah dikangkangi oleh kepolisian setempat mulai dari Polsek, Polres maupun Polda Kepulauan Riau.
"Ini ada apa sebenarnya. Kok perjudian dibiarkan berlangsung," tanyanya, Rabu (15/4/2026) kepada wartawan di Trunojoyo Jakarta.
Karenanya, Bambang meminta Kapolri untuk turun gunung ke Batam menutup perjudian milik Akau ini dan sekaligus menertibkan anak buah yang diduga menikmati hasil dari bisnis haram tersebut
"CiC menduga banyak oknum polisi yang mendapat upeti sehingga tempat perjudian Akau bebas beroperasi," lanjutnya.
Menurut Bambang, adanya perjudian di Hollywood tersebut telah menjadi ancaman serius terhadap moral, keamanan, dan kepercayaan publik. Negara bisa kehilangan wibawa apabila hukum tidak dijalankan terdapat pelaku tindak pidana.
Oleh karenanya, Bambang mendesak Kapolri untuk segera mencopot pejabat kepolisian yang memberi ruang bebas kepada Akau menjalankan bisnis haram di wilayah kerjanya.
“Kami percaya Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang berlatar belakang Reserse Kriminal, tidak akan tinggal diam melihat situasi ini. Sudah saatnya masyarakat mendapat perlindungan hukum yang nyata, sesuai slogan yang digabungkan PRESISI," pungkasnya.
(Arifin.Nst)