SIAGA 1 NARKOBA DI TANAH KARO!DJUPITER SEMBIRING: KEMANA APARAT ATAU ADA KERJASAMA?

JAKARTA-Rajawalitv,net.Situasi peredaran Narkoba dan praktik perjudian di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, disebut telah mencapai titik yang sangat mengkhawatirkan. Data dan laporan yang masuk ke Markas Pusat Pemuda Panca Marga – Legiun Veteran Republik Indonesia (PPM-LVRI) di Jakarta memicu peringatan keras dari jajaran organisasi tersebut.
Wakil Sekretaris Jenderal PPM-LVRI Pusat, Djupiter Sembiring, menjelaskan bahwa kondisi di Tanah Karo tidak lagi bisa dianggap sebagai persoalan biasa. Ia menjelaskan peredaran Narkoba dan aktivitas perjudian kini diduga semakin terbuka, masif, dan seolah berjalan tanpa rasa takut terhadap hukum.
“Berdasarkan data dan informasi yang masuk ke markas PPM-LVRI Pusat, situasi di Tanah Karo sudah sangat memprihatinkan. Ini bukan lagi sekadar peringatan. Kondisi ini sudah kami tetapkan sebagai Siaga 1 Narkoba,” tegas Wakil Sekretaris Jenderal PPM-LVRI Djupitrer Sembiring yang biasa dipanggil Djupiter didampingi seniman senior Karo Kilo Bangun di Warung Pemuda Merga Silima (PMS) Jln Letjen Sutoyo Jakarta, Minggu subuh (29/03/26).
 Djupiter menjelaskan dampak dari maraknya Narkoba dan perjudian di Tanah Karo sudah mulai terasa nyata ditengah masyarakat. Selain merusak moral, fenomena tersebut telah menghancurkan masa depan generasi muda bahkan menelan korban jiwa.
“Kami menilai tingkat penyalahgunaan narkoba di Tanah Karo sudah berada pada level yang sangat membahayakan. Jika ini dibiarkan, bukan tidak mungkin satu generasi muda Karo akan hilang akibat Narkoba,” tegas Djupiter. 
Dijelaskaan Djupiter bahwa Ketua Umum PPM-LVRI, Berto Izaak Doko, bahkan mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh jajaran organisasi agar tidak tinggal diam melihat kondisi tersebut. Ia memerintahkan pengurus PPM-LVRI di Sumatera Utara dan Kabupaten Karo segera bergerak serta berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan pemerintah daerah. 
Menurut Berto Izaak Doko, jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa tindakan tegas, maka Tanah Karo berpotensi berubah menjadi wilayah yang semakin rentan terhadap kejahatan Narkotika dan perjudian yang merusak sendi kehidupan masyarakat.
Berto Izaak Doko juga secara terbuka memohon sekaligus mendesak jajaran Forum Komunikasi Daerah (Forkopimda), TNI, dan Polri di Kabupaten Karo agar tidak menunda langkah penegakan hukum. PPM-LVRI meminta operasi nyata di lapangan untuk menutup seluruh jaringan Narkoba dan praktik perjudian yang disebut semakin meresahkan warga.
Seniman senior Karo Kilo Bangun yang anak didik penyanyi legendaris Jusup Sitepu menyayangkan situasi kondisi Tanah Karo yang saat ini sudah menjadi siaga 1 Narkoba. Kilo Bangun juga menghimbau kepada seluruh seniman Karo agar jangan sampai bersahabat dengan Narkoba.
“Karena sering sekali artis atau seniman itu bersahabat dengan Narkoba dengan alasan dapat menambah tenaga,” jelas Kilo Bangun yang mengaku sangat benci melihat pecandu Narkoba.
Kilo Bangun menjelaskan, persoalan masalah penyalahgunaan Narkoba ini tidak bisa hanya dibebankan kepada satu institusi saja. Seluruh unsur pemerintahan daerah, seperti Camat, Kepala Desa, mulai dari aparat hukum hingga Forkopimda, DPRD, dan masyarakat harus berperan aktif.
Di tengah masyarakat sendiri, lanjut Kilo Bangun, berkembang berbagai isu yang menyebut adanya dugaan pembekingan dari oknum aparat terhadap praktik Narkoba dan perjudian. Isu tersebut dinilai sangat berbahaya karena dapat meruntuhkan kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum.
Karena itu, ia meminta aparat penegak hukum membuktikan komitmennya secara nyata dengan tindakan tegas di lapangan, bukan sekadar pernyataan atau seremonial belaka.
“Jika memang tidak ada pembekingan, maka buktikan dengan tindakan nyata. Tutup semua lokasi perjudian, tangkap semua para pelaku penyalahgunaan Narkoba, dan bongkar jaringan yang bermain. Negara tidak boleh kalah oleh bandar Narkoba dan mafia perjudian,” tegas Djupiter berapi-api.
Djupiter Sembiring mengatakan, PPM-LVRI Pusat menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi di Kabupaten Karo. Bahkan, organisasi tersebut mengadakan komunikasi melakukan koordinasi langsung dengan pimpinan nasional, termasuk Panglima TNI dan Kapolri. 
“Tanah Karo tidak boleh dibiarkan menjadi sarang Narkoba. Ini bukan hanya persoalan daerah, tetapi menyangkut masa depan generasi bangsa,” tutup Djupiter.

 (ARIFIN.NST)