Jakarta Timur, rajawalitv, net– Dugaan praktik mafia peredaran obat keras golongan G kembali mencoreng wilayah Lapangan Tembak No. 35, Kelurahan Cibubur, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur.
Aktivitas penjualan Tramadol dan Hexymer disebut berlangsung terang-terangan tanpa resep dokter dan terkesan bebas dari penindakan.
Awak media yang turun langsung ke lokasi mendapati aktivitas transaksi diduga dilakukan secara terbuka. Obat keras golongan G yang seharusnya hanya bisa diperoleh dengan resep dokter justru diperjualbelikan bebas kepada siapa saja yang datang.
Saat dikonfirmasi, seorang pria bernama Asnawi yang diduga sebagai penjual mengaku hanya menjalankan perintah atasan.
“Saya cuma disuruh bos yang disapa Tuan. Kalau koordinator lapangan, yang disebut penanggung jawab, namanya Rizal. Saya cuma cari makan saja, bang,” ujarnya.
Pernyataan tersebut mengindikasikan adanya dugaan jaringan terstruktur dalam praktik peredaran obat keras di wilayah tersebut. Sosok yang disebut “Tuan” diduga sebagai pengendali utama, sementara “Rizal” disebut berperan sebagai koordinator lapangan.
Warga sekitar mengaku resah. Peredaran Tramadol dan Hexymer tanpa pengawasan medis dinilai berpotensi merusak generasi muda dan memicu gangguan keamanan lingkungan. Obat keras golongan G yang disalahgunakan dapat menimbulkan ketergantungan serta efek berbahaya bagi kesehatan.
Secara hukum, peredaran sediaan farmasi tanpa izin dan tanpa resep dokter merupakan pelanggaran serius yang dapat dijerat dengan ketentuan pidana dalam Undang-Undang Kesehatan serta peraturan perundang-undangan terkait distribusi obat.
Awak media mendesak aparat penegak hukum setempat untuk segera melakukan penyelidikan menyeluruh, mengusut tuntas dugaan jaringan, serta menindak tegas pihak-pihak yang disebut sebagai pengendali. Penegakan hukum yang tegas dan transparan sangat dibutuhkan agar wilayah Cibubur, Ciracas tidak menjadi zona aman bagi praktik ilegal yang merusak masyarakat.
Jika dugaan ini benar, maka tidak boleh ada kompromi terhadap mafia obat keras. Hukum harus berdiri tegak tanpa pandang bulu.
(Redaksi)